Tampilkan postingan dengan label oret dikittt.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oret dikittt.... Tampilkan semua postingan

4 Maret 2016

Apply Visa Schengen lewat kedutaan Itali

=============================================================================
Untuk visa schengen lewat Jerman, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2013/07/mengurus-sendiri-visa-schengen-melalui.html
Untuk visa UK, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2014/04/mengurus-sendiri-visa-uk.html
=============================================================================

Baru-baru ini saya apply visa schengen melalui kedutaan Italia yang menggunakan jasa VFS untuk penyerahan dokumen-dokumennya. Lokasi VFS ada di Mal Kuningan City lantai 1.
Secara umum, karena saya sudah pernah mengajukan Visa UK & Visa Schengen melalui Jerman, proses mengurus lewat Itali kali ini menurut saya lebih simpel.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buat appointment dulu untuk tahu tanggal/ kapan kita bisa menyerahkan dokumen-dokumen tersebut di VFS. 
Appointment bisa dibuat langsung di websitenya (http://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/schedule_an_appointment.html) atau karena waktu itu teman saya jadwalnya super ketat, bisa juga minta tanggal & waktu tertentu dengan meng-email VFS (info.italyid@vfshelpline.com). 
Untuk e-mail ini, kita perlu menyatakan hari & tanggal appointment yang kita inginkan, nama lengkap, nomor paspor, nomor HP, rencana tanggal keberangkatan ke Itali dan jenis visa.

2. Setelah tahu tanggal appointment, siapkan dokumen.
Dokumen yang diperlukan untuk pengajuan visa turis bisa dibaca di websitenya (http://www.vfsglobal.com/italy/indonesia/Bahasa/tourist.html) yaitu:
2.1 Formulir visa yang sudah diisi. Aplikasi bisa didownload dari website VFS. Saya print biasa saja (hitam-putih) dan tulis tangan.
2.2 Pasfoto terbaru 2 lembar sesuai dengan spesifikasi yang mereka jelaskan di website.
2.3 Paspor yang masih berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal kepulangan yang kita rencanakan. Kalau punya paspor lama yang ada visa-visa, dilampirkan juga saja.
2.4 Fotokopi halaman bio-data paspor (halaman 3 & 4).
2.5 Asuransi Perjalanan. Minimal pertanggungan 30,000 Euro mencakup seluruh negara Schengen dan Jangka waktu asuransi sesuai dengan lamanya kita berlibur. Ada berbagai perusahaan yang menawarkan asuransi perjalanan. Gampangnya, beli di biro perjalanan/travel agent saja. Nanti mereka bisa rekomendasikan asuransi yang paling tepat. Saya sendiri disarankan oleh travel agent untuk membeli asuransi AIG yang paket Duo (karena pergi berdua dengan teman). Jatuhnya seorang hanya Rp. 410,000 untuk 15 hari perjalanan.
2.6 Surat keterangan kerja. Formatnya bebas tetapi harus ada informasi berikut ini: posisi dari pemohon, jangka waktu bekerja, konfirmasi bahwa pemohon telah mendapatkan izin cuti untuk periode liburan tersebut dan bahwa pemohon akan kembali bekerja setelah kembali ke Indonesia. 
Kemudian, karena pengalaman bikin visa lewat Jerman dulu, untuk jaga-jaga saya juga memastikan surat tersebut diprint menggunakan kertas dengan kop surat perusahaan dan tertanggal maksimal 10 hari sebelum tanggal appointment.
2.7 Fotokopi TDP/SIUP perusahaan tempat kita bekerja.
2.8 Surat Referensi Bank. Biasanya butuh waktu sekitar 1 - 2 hari untuk mendapatkan surat ini dari bank. Dan ada biaya sekitar Rp. 50,000.
2.9 Fotokopi bukti keuangan pribadi selama 3 bulan terakhir. Saya print out detil transaksi selama 3 bulan lewat internet banking, kemudian minta dicap oleh bank. Lumayan sedikit lebih hemat daripada minta diprint oleh bank langsung :)
2.10 Bukti pemesanan/booking tiket pesawat. Gak perlu diissue dulu ya...
2.11 Print-out bukti akomodasi hotel.
2.12 Fotokopi KK.

Meskipun dokumen-dokumen sudah saya tulis di sini, tetapi tetap baca websitenya dengan detil ya karena mungkin ada perubahan!



3. Datang ke VFS pada hari dan jam yang sudah ditentukan. 
Waktu itu ternyata ada sedikit kesalahan. Di e-mail tertera jam appointment adalah jam 11, tetapi di daftar satpam jam 12. Tetapi kita akhirnya tetap bisa masuk. Antrian agak ramai, kita baru dipanggil jam 12 kurang dan proses awal adalah penyerahan dokumen. 
Dibandingkan waktu di kedutaan Jerman, staff VFS tidak detil memperhatikan informasi yang ada di formulir visa. Jadi kalau ada sesuatu yang kita gak yakin isinya, lebih baik langsung ditanya.
Untuk biaya visa adalah Rp. 919,000 + Rp. 300,000 untuk jasa servis VFS. Jadi total Rp. 1,219,000 dibayar cash langsung ke staff VFS. 
Kita diberitahu waktu proses adalah 5 - 8 hari kerja. Untuk tahu apakah paspor sudah bisa diambil, kita bisa cek di websitenya. Tetapi ada juga jasa sms langsung dari VFS dengan bayar Rp. 20,000. Saya memilih untuk tidak ambil layanan ini, soalnya cukup gampang kok cek langsung di website.
Sebelum keluar, masih ada proses pengambilan data biometric (foto & sidik jari). Akhirnya saya & teman saya keluar dari VFS jam 1 kurang (udah laper bangettt).

Oh ya, katanya untuk pengambilan paspor, bisa juga diwakili tetapi harus pakai Surat Kuasa.

Seminggu setelahnya, saya cek website VFS untuk status paspor saya dan ternyata sudah bisa diambil. Pengambilan paspor tidak perlu buat appointment lagi. Kita tinggal datang ke VFS sambil menunjukkan nota pembayaran visa. Antrian kali ini cepat sekali dan pas buka amplopnya di depan staff VFS, alhamdulillah, visa diapprove!

Jadi nantikan posting saya tentang JJS di Itali yaaaa... :)

19 April 2014

Mengurus sendiri Visa UK

============================================================================
Untuk visa schengen lewat Itali, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2016/03/apply-visa-schengen-lewat-kedutaan-itali.html
Untuk visa schengen lewat Jerman, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2013/07/mengurus-sendiri-visa-schengen-melalui.html
=============================================================================

Saya baru saja mengurus visa turis untuk ke UK dan dari pengalaman saya, ternyata sedikit lebih ribet daripada mengurus Visa Schengen. 

Yang berasa pertama kali ketika baca-baca informasi mengenai visa UK adalah waktu yang begitu panjang untuk memproses visa. Kalau untuk visa Schengen bisa selesai dalam 3 hari, untuk visa UK bisa memakan waktu sampai 3 minggu. Ini terutama karena paspor kita harus dikirim ke Manila untuk diproses lebih lanjut oleh UKBA (organisasi yang mengurus segala hal yang berhubungan dengan per-visa-an).
Di Indonesia, dokumen hanya kita serahkan melalui VFS, sebuah perusahaan outsourcing yang dipakai oleh berbagai kedutaan untuk keperluan administratif visa. Jadi VFS hanya sekedar perantara. Keputusan dapat atau tidak dapat visa ada di tangan UKBA.

Berikut ringkasan langkah-langkah pengurusan visa:
1. Isi aplikasi visa secara online 
Untuk Indonesia, aplikasi visa harus kita isi online di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/
Untuk hal ini, kita harus register terlebih dahulu di website tersebut. Jika sukses membuat account, kita otomatis akan diberikan nomor GWF yang nantinya diperlukan untuk membuat appointment untuk menyerahkan dokumen.

Setelah selesai mengisi aplikasi online, dilanjutkan dengan pembayaran visa dengan kartu kredit.




2. Buat appointment untuk menyerahkan dokumen
Appointment dibuat di website VFS Indonesia (http://www.vfsglobal.co.uk/Indonesia/). Ketika membuat appointment, nomor GWF harus kita masukkan. Tidak seperti pembuatan appointment untuk visa Schengen dimana kita bisa memilih tanggal dan jam dengan bebas, yang saya alami pada pembuatan appointment visa UK hanya ada sekitar 3 hari yang bisa kita pilih dan setelah memilih tanggal, jam akan otomatis ditentukan.

3. Datang pada hari appointment dengan membawa aplikasi visa online yang sudah diprint dan dokumen pendukung lainnya
Dokumen pendukung yang dibutuhkan adalah:
3.1 Paspor yang masih berlaku dan juga paspor-paspor sebelumnya (jika ada)
3.2 Pasfoto terbaru 2 lembar sesuai dengan spesifikasi yang mereka jelaskan di website
3.3 Bukti sedang bekerja. 
Saya menyerahkan surat keterangan kerja. Untuk surat keterangan kerja, ada beberapa persyaratan dari UKBA yaitu surat harus dengan kop surat perusahaan, harus ada keterangan gaji per bulan, berapa lama kita sudah bekerja di perusahaan tersebut, konfirmasi bahwa memang kita diberikan waktu cuti dan apakah cuti tersebut dibayar (cuti tahunan) atau tidak dibayar.
3.4 Bukti kecukupan dana
Saya menyerahkan print-out 6 bulan terakhir dari tabungan saya dan slip gaji 6 bulan terakhir.
3.5 Booking-an tiket pesawat dan hotel

Yang saya alami ketika menyerahkan dokumen di atas, saya ternyata diminta juga untuk memberikan fotokopi KK dan Akte Lahir. Namun karena tidak tertulis apapun mengenai hal ini di website, saya tentu tidak membawanya. 
Ini juga salah satu kekurangan berhubungan dengan VFS, karena mereka hanya perantara, mereka tidak bisa menganjurkan apapun. Ketika saya tanya apakah memang penting sekali untuk menyerahkan KK/Akte Lahir, petugas tidak bisa memberikan kepastian karena mereka tidak tahu bagaimana pengaruhnya terhadap penilaian UKBA.
Namun...keuntungan adanya VFS antara lain petugas lebih ramah dan juga lebih fleksibel. Teman saya sebenarnya dapat appointment jam 07.30 tetapi karena hujan deras, baru sampai jam 08.00 dan ternyata masih diterima oleh petugas VFS.

Setelah penyerahan dokumen, kita diberikan tanda bukti yag harus dibawa ketika mengambil kembali paspor. Terakhir, kita dipersilakan untuk diambil sidik jari dan foto.

Selama menunggu 3 minggu, saya di e-mail dua kali: sekali menyatakan kalau berkas sudah dikirim ke Manila, dan e-mail terakhir menyatakan bahwa paspor sudah dikirimkan balik dan kemungkinan dapat diambil dalam 3 hari ke depan. Alhamdulillah, ketika mengambil paspor, visa ternyata diapprove :)

26 Februari 2014

Perpanjang paspor - One STOP Service

Jadi...setelah gagal memperpanjang paspor sehari sebelumnya, hari berikutnya saya pergi ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan yang ada di Jalan Warung Buncit Raya. Dari baca-baca blog, dianjurkan untuk datang pagi dan ternyata benar: saya sampai di KanIm jam 06.15 dan sudah menjadi orang ke-89 pada hari itu.

Sebagai informasi, hanya 100 orang pertama yang akan dilayani per hari. Kecuali bagi yang bisa mendaftar online melalui : http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/InetMenu.jsp. Saya sendiri sudah mencoba daftar online, tetapi websitenya sulit diakses. Ketika berhasil diakses, ternyata saya bermasalah ketika harus upload dokumen KTP. Jadi terpaksa lah saya "walk-in".

Sebenarnya nomor 89 yang saya terima bukan nomor antrian resmi karena KanIm belum buka, tetapi beberapa orang inisiatif untuk membuat antrian tersebut agar adil karena ada yang sudah datang dari jam 5 pagi!

Maka mengantrilah kami dengan tertib tetapi beberapa orang yang datang lebih siang berusaha mengakali dengan berdiri di tengah-tengah dekat pintu. Karena ini memang antrian tidak resmi, harus saling jaga diri sendiri agar tidak diserobot. Tentunya tidak mau dong orang yang datang santai-santai jam 7, ternyata masuk duluan hehehe

Sekitar jam 7, petugas KanIm pun keluar dan menjelaskan tata cara & dokumen yang diperlukan untuk pembuatan paspor maupun perpanjang paspor. Sekalian meluruskan, istilah "perpanjang paspor" sebenarnya di KanIm tidak ada. Istilah yang tepat adalah "penggantian paspor habis berlaku" karena memang akan mendapatkan nomor paspor yang baru.

Setelah pengumuman, sempat ada kehebohan karena beberapa orang ingin menyerobot tetapi untungnya kita-kita yang sudah antri ini lumayan kompak dan protes bersama. Petugas pun seperti merasa didukung untuk bertindak lebih tegas. Akhirnya orang-orang yang ingin menyerobot tersebut mundur secara teratur.

Setelah KanIm buka, maka barulah kita mengantri yang sesungguhnya untuk mendapatkan nomor antrian. Lumayan deg-degan karena lansia dan ibu dengan anak didahulukan nomor antriannya. Dan juga, sebelum diberi nomor, petugas akan melihat kelengkapan dokumen yang kita bawa. Apabila tidak lengkap, tidak akan diberi nomor.

Alhamdulillah, saya mendapatkan nomor antrian ke-53 sehingga masih masuk dalam 100 kuota orang yang bisa diproses pada hari itu. Adapun dokumen yang diperlukan:

- Paspor lama + fotokopi
- KK Asli  + fotokopi
- KTP Asli  + fotokopi
- Akte Kelahiran Asli  + fotokopi (bisa juga diganti dengan Surat Ijazah terakhir)
Semua fotokopi harus di kertas A4. Jadi untuk KTP, jangan dipotong!

Ternyata, alasan kuota 100 hari per orang karena KanIm sekarang mengimplementasi sistem One Stop Service, yaitu setelah mendapat nomor antrian dan sudah dipanggil, kita hanya perlu menyerahkan berkas dan langsung difoto & wawancara. Jadi...semua dilakukan dalam sekali datang saja. Selesai foto, kita akan diberikan formulir untuk pembayaran paspor. Pembayarannya sendiri dilakukan di BNI mana saja. Total biaya Rp 260,000 (255,000 untuk perpanjang paspor + 5,000 untuk administrasi).

Paspor pun bisa diambil 3 hari kerja setelah pembayaran.

Kesimpulan: sebenarnya sangat memungkinkan untuk urus paspor sendiri. Hanya butuh perjuangan ketika mengambil nomor saja ;) hehehe

11 Februari 2014

Perpanjang Paspor One Day Service - Eror sampai batas waktu yang tidak ditentukan

Yah...sekedar sharing informasi saja:
Hari ini saya ke Kantor Imigrasi Jakarta Barat dengan harapan bisa memperpanjang paspor melalui sistem ODS (One Day Service) dan jreng jrengggggg.. ternyata sistem eror sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Tanya sana sini, katanya sih sudah sejak akhir bulan Januari 2014. Apes yaaa...coba urus paspor dari 2 minggu lalu, mugkin masih bisa :(

Sebenarnya kemarin malam pas googling, nemu blogpost ini: http://www.backpacker.fachridhzoe.com/backpacker-dunia-djanies-february-04-2014-at-0833pm/
...cuman karena pas cek website imigrasi tidak ada pengumuman apapun, saya ambil kesimpulan bahwa sistemnya mungkin sudah diperbaiki kembali. Nyatanya, pas ngulik-ngulik lagi ke petugasnya, katanya sih masalah kontrak yang sudah habis dengan vendor (?!)

Tolong para instansi pemerintahan, kalau memang ada hal seperti ini, diumumkan melalui website.

Jadi, besok pagi saya akan berjuang kembali untuk memperpanjang paspor melalui cara biasa di KanIm Jak-Sel. Biarpun bete, tetapi masih tetap semangattttt...NO CALO!!!

14 Juli 2013

Mengurus sendiri Visa Schengen melalui kedutaan Jerman

============================================================================
Untuk visa schengen lewat Italia, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2016/03/apply-visa-schengen-lewat-kedutaan-itali.html
Untuk visa UK, silakan cek: http://sayaturis.blogspot.com/2014/04/mengurus-sendiri-visa-uk.html
============================================================================

Kalau sudah dengar "Visa Schengen" yang kebayang adalah betapa ribetnya & susahnya untuk mendapatkan visa tersebut. Tetapi asal kita melengkapi semua dokumen, seharusnya semua akan lancar-lancar saja. Khusus untuk visa schengen, menurut saya buang-buang uang untuk meminta travel agent untuk menguruskan karena pada akhirnya kita sendiri harus datang saat penyerahan berkas. Lagian, lumayan juga uang Rp. 300,000 bisa dipakai untuk bayar hostel 1 malam.

Berikut langkah-langkah saya ketika mengurus sendiri visa Schengen (jenis visa turis) melalui kedutaan Jerman. Setiap kedutaan akan sedikit berbeda persyaratannya, oleh karena itu, baca dengan teliti persyaratan visa schengen di website kedutaan tempat kita akan mengajukan permohonan visa! Oh ya, penentuan kedutaan adalah berdasarkan negara paling lama yang akan kita kunjungi atau jika ada yang sama, negara pertama kita memasuki wilayah Schengen.

1. Buat appointment melalui website untuk memasukkan aplikasi visa
Tanpa appointment ini, Anda tidak akan bisa masuk kedutaan. Kita bisa memilih sendiri tanggal appointment tetapi hati-hati karena kalau high season, bisa jadi baru ada tanggal kosong 1 bulan ke depan.

2. Lengkapi berkas (semua berkas dipersiapkan fotokopinya juga):
2.1 Paspor yang berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal kepulangan yang kita rencanakan: Yang difotokopi cukup halaman 3,4 & 48 
2.2 Pasfoto berwarna terbaru (3,5 x 4,5 cm - latar belakang putih,  wajah 80%): 2 lembar
2.3 Formulir Visa yang sudah diisi: Aplikasi bisa didownload dari website kedutaan.
2.4 Bukti Booking Tiket Penerbangan
2.5 Bukti kecukupan dana: Ada beberapa pilihan untuk ini. Saya sendiri memutuskan untuk memperlihatkan buku tabungan 3 bulan terakhir dimana bisa terlihat transfer-an gaji saya tiap bulannya. Selain itu, buat jaga-jaga, saya juga melampirkan Rangkuman Tabungan & Deposito yang saya miliki di bank lain karena sebenarnya bank tersebut adalah bank utama saya (bukan referensi bank - lumayan bisa hemat Rp. 50,000).
2.6 Surat keterangan bekerja dari perusahaan tempat bekerja: Tertanggal maksimal 1 minggu sebelum tanggal appointment. Kebetulan saya akan liburan dengan ibu saya yang sudah pensiun. Meskipun beliau menggunakan uangnya sendiri, namun di surat keterangan kerja ini saya memasukkan nama ibu saya sehingga surat keterangan kerja tersebut juga bisa digunakan oleh beliau.
2.7 Bukti Reservasi Hotel: harus dibuat langsung dari hotelnya (tidak boleh melalui agoda.com dll)
2.8 Bukti Pembelian Asuransi Perjalanan: Minimal pertanggungan 30,000 Euro dan Jangka waktu asuransi yang kita beli cukup sesuai dengan lamanya kita berlibur. Namun, hati-hati untuk membeli asuransi hanya dari daftar perusahaan asuransi yang diakui oleh kedutaan Jerman. Saya sendiri membeli Assist-card.

Kalau Anda diundang, akan ada persyaratan tambahan namun saya kurang paham soal ini.




3. Pada hari appointment, bawa semua berkas (asli &fotokopi) dan jangan sampai datang terlambat. Waktu saya datang, ada antrian panjang tetapi ternyata itu adalah antrian bagi mereka yang ingin mengambil paspor dll. Untuk keperluan visa, kita cukup tunjukkan print-out konfirmasi appointment yang dikirimkan melalui e-mail & paspor kepada satpam. Saya sendiri datang sekitar 20 menit sebelum waktu appointment, dan diperbolehkan langsung masuk.

Setelah security check, kita dipersilakan naik tangga menuju ruang visa. Di sana ada satpam yang mencek kembali appointment kita. Kemudian kita tinggal menunggu nama kita dipanggil oleh petugas loket. Apakah petugas loketnya ramah? Menurut saya tidak, tetapi itu tidak menganggu saya. Yang penting menurut petugas semua dokumen saya lengkap dan setelah bayar visa sebesar Rp. 800,000 saya disuruh menunggu lagi. Sekitar setengah jam kemudian, nama saya dipanggil lagi dan petugas loket meminta saya memastikan informasi di selembar kertas yang ia kasih adalah benar (isinya nama, nomor paspor dll). Setelah saya mengkonfirmasi semuanya sudah benar, saya diberi kertas lain dan dijelaskan saya harus bawa kertas ini ketika mengambil kembali paspor 3 hari kemudian.

Alhamdulillah, setelah 3 hari tepat, paspor kembali dengan Visa Schengen. Selamat mencoba ya!

13 Februari 2013

Daftar Free Walking Tour

Satu hal yang biasa saya lakukan jika ingin menghemat budget travel adalah browsing hal-hal gratis apa yang bisa dilakukan di kota tujuan. Termasuk dalam sini adalah free walking tour.

Free walking tour biasanya berlangsung pada hari dan jam tertentu. Kita tidak perlu registrasi, cukup datang beberapa menit sebelum walking tour dimulai ke tempat yang telah disepakati. Pemandu tur biasanya mahasiswa setempat dan meskipun tidak ada pungutan biaya, tetapi kalau pada akhir tur kita merasa puas, tata kramanya adalah memberikan tip.

Free walking tour biasanya berjalan mengunjungi landmark terkenal kota tersebut sehingga berguna juga sebagai "orientasi" sebelum kita menjelajah kota sendirian.

Berikut ada sebuah website yang menyediakan daftar free walking tour di berbagai kota dunia: http://www.priceoftravel.com/1835/list-of-free-walking-tours-around-the-world/


Source pic: http://www.priceoftravel.com/1835/list-of-free-walking-tours-around-the-world/

19 Januari 2012

Oret dikittt...: " -ova "

Saya punya rekan kerja Itali bernama Andrea. Ia orang yang pintar, ramah dan pengertian. Kebayang gak penampilan orangnya seperti apa? Yang pasti sih...dia laki-laki! 
Selama setahun saya ber-email ria dengan Andrea, saya mengira bahwa ia perempuan :)
Ternyata, di Itali, Andrea adalah nama umum untuk laki-laki.

Seandainya rekan kerja saya itu orang Ceko, mungkin kesalahpahaman seperti ini bisa terhindari. Karena di Ceko, merupakan kebiasaan untuk memberi akhiran "ová" pada nama belakang perempuan.

Jadi, bukan sekedar kebetulan bahwa Martina Navrátilová, Helena Suková, Petra Kvitová semua diakhiri dengan "-ová". Itu karena mereka perempuan, bukan karena semuanya petenis :P 
  
Source pic: Wikipedia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...