Satu hal yang biasa saya lakukan jika ingin menghemat budget travel adalah browsing hal-hal gratis apa yang bisa dilakukan di kota tujuan. Termasuk dalam sini adalah free walking tour.
Free walking tour biasanya berlangsung pada hari dan jam tertentu. Kita tidak perlu registrasi, cukup datang beberapa menit sebelum walking tour dimulai ke tempat yang telah disepakati. Pemandu tur biasanya mahasiswa setempat dan meskipun tidak ada pungutan biaya, tetapi kalau pada akhir tur kita merasa puas, tata kramanya adalah memberikan tip.
Free walking tour biasanya berjalan mengunjungi landmark terkenal kota tersebut sehingga berguna juga sebagai "orientasi" sebelum kita menjelajah kota sendirian.
Berikut ada sebuah website yang menyediakan daftar free walking tour di berbagai kota dunia: http://www.priceoftravel.com/1835/list-of-free-walking-tours-around-the-world/
Source pic: http://www.priceoftravel.com/1835/list-of-free-walking-tours-around-the-world/
13 Februari 2013
Daftar Free Walking Tour
18 Januari 2013
Tempat wisata di Cappadocia
Cappadocia termasuk salah satu daerah yang dikunjungi jika berwisata ke turki. Daerah ini terkenal dengan bentuk datarannya yang unik dan menakjubkan.
Berikut adalah beberapa hal yang umumnya dilakukan wisatawan ketika mengunjungi Cappadocia:
1. Menikmati pemandangan dataran Cappadocia dari balon udara
2. Mengunjungi salah satu kota bawah tanah: Kaymakli atau Derinkuyu
3. Mengunjungi Uçhisar, istana yang di"ukir" dalam batu karang yang menjulang
4. Mengunjungi Göreme Open-Air Museum, museum alam terbuka yang terkenal dengan lukisan cantik pada dinding gua purbanya yang dahulu adalah sebuah gereja.
Ada beberapa kota yang biasa dijadikan tempat bermalam ketika di Cappadocia, antara lain Göreme dan Ürgüp.
Sedangkan untuk mencapai Cappadocia dari Istanbul, bisa dengan menggunakan bis maupun pesawat. Lama perjalanan dengan bis sekitar 12 jam, waktu yang cukup lama bagi saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk naik pesawat saja yang hanya memakan waktu sekitar 1 1/2 jam.
Apabila naik pesawat, kota tujuan dari Istanbul adalah Kayseri atau Nevşehir. Lebih banyak penerbangan yang melayani Istanbul-Kayseri dengan pilihan maskapai penerbangan antara lain: Turkish Airlines, Pegasus dan Onurair.
Turkish Airlines biasanya sedikit lebih mahal namun penerbangan berangkat dari bandar udara Ataturk yang letaknya lebih dekat dari Sultanahmet.
Sedangkan penerbangan Pegasus dan Onurair berangkat dari bandar udara Sabiha Gokcen yang terletak di sisi "Asia" kota Istanbul.
Dari Kayseri ke Göreme, masih harus dilanjutkan sekitar 1 jam lagi melalui jalan darat. Kalau tidak mau terlalu ribet, bisa minta bantuan hostel tempat menginap untuk mengatur jemputan. Saya melakukan hal ini dan saya pun dijemput dengan minivan. Perjalanan dari Kayseri ke Göreme cukup menyenangkan karena jalanannya mulus dan bisa melihat-lihat pemandangan, salah satu yang tidak mungkin luput adalah pemandangan gunung Erciyes.

Di post berikutnya saya akan menceritakan pengalaman saya menjelajahi Cappadocia, yang bagi saya pengalaman paling seru selama berlibur di Turki..!
Source pic:
1,2,4: http://www.todayszaman.com/news-289903-cappadocia----top-10-things-to-see-and-do.html
3: http://www.ytravelblog.com/top-five-things-to-do-in-cappadocia/
Berikut adalah beberapa hal yang umumnya dilakukan wisatawan ketika mengunjungi Cappadocia:
1. Menikmati pemandangan dataran Cappadocia dari balon udara
2. Mengunjungi salah satu kota bawah tanah: Kaymakli atau Derinkuyu
3. Mengunjungi Uçhisar, istana yang di"ukir" dalam batu karang yang menjulang
4. Mengunjungi Göreme Open-Air Museum, museum alam terbuka yang terkenal dengan lukisan cantik pada dinding gua purbanya yang dahulu adalah sebuah gereja.
Ada beberapa kota yang biasa dijadikan tempat bermalam ketika di Cappadocia, antara lain Göreme dan Ürgüp.
Sedangkan untuk mencapai Cappadocia dari Istanbul, bisa dengan menggunakan bis maupun pesawat. Lama perjalanan dengan bis sekitar 12 jam, waktu yang cukup lama bagi saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk naik pesawat saja yang hanya memakan waktu sekitar 1 1/2 jam.
Apabila naik pesawat, kota tujuan dari Istanbul adalah Kayseri atau Nevşehir. Lebih banyak penerbangan yang melayani Istanbul-Kayseri dengan pilihan maskapai penerbangan antara lain: Turkish Airlines, Pegasus dan Onurair.
Turkish Airlines biasanya sedikit lebih mahal namun penerbangan berangkat dari bandar udara Ataturk yang letaknya lebih dekat dari Sultanahmet.
Sedangkan penerbangan Pegasus dan Onurair berangkat dari bandar udara Sabiha Gokcen yang terletak di sisi "Asia" kota Istanbul.
Dari Kayseri ke Göreme, masih harus dilanjutkan sekitar 1 jam lagi melalui jalan darat. Kalau tidak mau terlalu ribet, bisa minta bantuan hostel tempat menginap untuk mengatur jemputan. Saya melakukan hal ini dan saya pun dijemput dengan minivan. Perjalanan dari Kayseri ke Göreme cukup menyenangkan karena jalanannya mulus dan bisa melihat-lihat pemandangan, salah satu yang tidak mungkin luput adalah pemandangan gunung Erciyes.
Di post berikutnya saya akan menceritakan pengalaman saya menjelajahi Cappadocia, yang bagi saya pengalaman paling seru selama berlibur di Turki..!
Source pic:
1,2,4: http://www.todayszaman.com/news-289903-cappadocia----top-10-things-to-see-and-do.html
3: http://www.ytravelblog.com/top-five-things-to-do-in-cappadocia/
17 Januari 2013
Musim semi di Istanbul
Ketika saya berlibur ke Istanbul di bulan April, saya disambut dengan pemandangan "tulip" yang bermekaran.
Ternyata, bunga tulip yang biasanya identik dengan negri Belanda, sebenarnya berasal dari Turki, dari pembudidayaan di masa kerajaan Ottoman. Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Turki berusaha untuk mengembalikan kejayaan tulip di Turki sehingga sangat mudah sekali menemukan bunga ini selama saya di Istanbul.
Untuk lebih menikmati bunga yang tidak bisa kita jumpai di Indonesia ini, saya juga khusus mengunjungi Emirgen park. Emirgen park adalah salah satu taman besar di Turki tempat festival bunga Tulip diadakan setiap tahunnya.
Taman ini memang agak jauh dari pusat kota. Sekitar 45 menit perjalanan dari Taksim jika dengan bis nomor 40, 40T ataupun nomor 22, 22RE, 25E dari Kabataş. Namun taman ini sungguh cantik dan jika cuaca sedang cerah, tepat sekali untuk duduk santai atau piknik keluarga.
Ternyata, bunga tulip yang biasanya identik dengan negri Belanda, sebenarnya berasal dari Turki, dari pembudidayaan di masa kerajaan Ottoman. Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Turki berusaha untuk mengembalikan kejayaan tulip di Turki sehingga sangat mudah sekali menemukan bunga ini selama saya di Istanbul.
| Tulip di Gülhane Park (taman dekat istana Topkapi) |
![]() |
| Tulip depan Yeni camii |
Untuk lebih menikmati bunga yang tidak bisa kita jumpai di Indonesia ini, saya juga khusus mengunjungi Emirgen park. Emirgen park adalah salah satu taman besar di Turki tempat festival bunga Tulip diadakan setiap tahunnya.
Taman ini memang agak jauh dari pusat kota. Sekitar 45 menit perjalanan dari Taksim jika dengan bis nomor 40, 40T ataupun nomor 22, 22RE, 25E dari Kabataş. Namun taman ini sungguh cantik dan jika cuaca sedang cerah, tepat sekali untuk duduk santai atau piknik keluarga.
8 Januari 2013
Istiklal Caddesi
| Tram di Istiklal Caddesi |
| Taksim Square |
Untuk menuju Istiklal caddesi dari daerah Sultanahmet, bisa dengan beberapa cara:
- Naik tram ke arah Kabatas, turun di halte terakhir (halte Kabatas), lanjut dengan kereta bawah tanah yang ditarik dengan kabel (funicular) yang berhenti di Taksim Square.
- Naik tram ke arah Kabatas, turun di halte Karaköy, lanjut melalui Tünel yang berhenti di Tünel Square (tidak terlalu jauh dari Galata tower).
Banyak artikel menuliskan bahwa Istiklal caddesi adalah Champs Elysees-nya Istanbul. Tetapi menurut saya, secara visual, Istiklal caddesi tergolong "biasa" saja jika dibandingkan dengan jalanan terkenal di Paris tersebut yang lebar dan dihiasi bangunan megah.
Meskipun begitu, jalanan ini tetap menarik untuk dikunjungi agar dapat merasakan suasana hiruk pikuk orang Istanbul. Berbeda dengan daerah Sultanahmet dimana lebih banyak turis yang berjalan-jalan, Istiklal caddesi memang tempat "nongkrong" penduduk lokal.
11 November 2012
Sekitaran Spice Bazaar & Galata bridge
Setelah mengunjungi Spice Bazaar, boleh sekalian jalan-jalan di daerah sekitarnya yang antara lain terdapat:
- Yeni Camii (New Mosque)
Arti namanya adalah "Mesjid Baru", meskipun sebenarnya umur mesjid ini sudah tua karena dibangun tahun 1597. Bangunannya yang cukup besar dan letaknya yang strategis di pinggir jalan membuatnya menjadi landmark yang tidak mungkin terlewati ketika turun dari tram di halte Eminönü.
- Rüstempaşa Camii
Berbeda dengan Yeni Camii, mesjid Rustempasha ini agak susah ditemui karena memang mesjidnya kecil dan terletak di atas toko-toko pada jalan sempit Hasircilar Cadessi.
Tetapi kalau memang punya waktu untuk ngubek-ngubek mencari mesjid ini, mesjid ini menawarkan desain interior yang cantik karena dindingnya dilapisi keramik bermotif bunga warna-warni khas dari daerah Iznik. Dan karena letaknya yang "tersembunyi", tidak banyak turis yang pergi ke sini jadi kita bisa lebih santai menikmati kecantikan mesjid ini.
- Sekitaran Galata bridge
Galata bridge (Jembatan Galata) dilewati tram yang membawa kita dari daerah Sultanahmet (kota lama) ke Kabatas/Taksim (daerah pusat kota baru) dengan melintasi selat Bosphorus.
Namun keasyikan jembatan ini justru terletak kalau kita jalan kaki melintasinya.
Galata bridge dibuat bertingkat dua:
Tingkat paling atas digunakan oleh orang-orang untuk memancing ikan sedangkan di tingkat bawah, ada restoran-restoran yang menawarkan hidangan laut menarik.
Saran saya, coba jalan di salah satu tingkat terlebih dahulu kemudian gunakan tangga yang berada di pertengahan jembatan untuk naik/turun ke tingkat berikutnya sehingga bisa mendapatkan kedua suasana.
Sebelum menyebrang selat Bosphorus, jangan melewati kesempatan untuk makan fish sandwich (balik ekmek) yang dijual oleh kapal-kapal yang merapat di dermaga.
Harganya yang murah dan cara menjualnya yang khas cukup menarik perhatian. Ikan di"oper" dengan cekatan dari perahu yang terombang-ambing.
Sempat deg-degan juga melihatnya, takut makanannya jatuh tetapi ternyata tidak :)
- Yeni Camii (New Mosque)
Arti namanya adalah "Mesjid Baru", meskipun sebenarnya umur mesjid ini sudah tua karena dibangun tahun 1597. Bangunannya yang cukup besar dan letaknya yang strategis di pinggir jalan membuatnya menjadi landmark yang tidak mungkin terlewati ketika turun dari tram di halte Eminönü.
- Rüstempaşa Camii
Berbeda dengan Yeni Camii, mesjid Rustempasha ini agak susah ditemui karena memang mesjidnya kecil dan terletak di atas toko-toko pada jalan sempit Hasircilar Cadessi.
Tetapi kalau memang punya waktu untuk ngubek-ngubek mencari mesjid ini, mesjid ini menawarkan desain interior yang cantik karena dindingnya dilapisi keramik bermotif bunga warna-warni khas dari daerah Iznik. Dan karena letaknya yang "tersembunyi", tidak banyak turis yang pergi ke sini jadi kita bisa lebih santai menikmati kecantikan mesjid ini.
- Sekitaran Galata bridge
Galata bridge (Jembatan Galata) dilewati tram yang membawa kita dari daerah Sultanahmet (kota lama) ke Kabatas/Taksim (daerah pusat kota baru) dengan melintasi selat Bosphorus.
Namun keasyikan jembatan ini justru terletak kalau kita jalan kaki melintasinya.
Galata bridge dibuat bertingkat dua:
Tingkat paling atas digunakan oleh orang-orang untuk memancing ikan sedangkan di tingkat bawah, ada restoran-restoran yang menawarkan hidangan laut menarik.
Saran saya, coba jalan di salah satu tingkat terlebih dahulu kemudian gunakan tangga yang berada di pertengahan jembatan untuk naik/turun ke tingkat berikutnya sehingga bisa mendapatkan kedua suasana.
Sebelum menyebrang selat Bosphorus, jangan melewati kesempatan untuk makan fish sandwich (balik ekmek) yang dijual oleh kapal-kapal yang merapat di dermaga.
Harganya yang murah dan cara menjualnya yang khas cukup menarik perhatian. Ikan di"oper" dengan cekatan dari perahu yang terombang-ambing.
Sempat deg-degan juga melihatnya, takut makanannya jatuh tetapi ternyata tidak :)
27 Oktober 2012
Mengunjungi Bazar Istanbul
Melanjutkan post sebelumnya, masih di dekat-dekat daerah Sultanahmet, ada dua "pasar" yang biasa dikunjungi oleh turis kalau mau belanja-belanji: Grand Bazaar & Spice Bazaar.
Berbeda dengan pasar di Indonesia pada umumnya, kedua bazar ini berada dalam ruangan tertutup jadi gak perlu takut kepanasan atau kehujanan :)
6. Grand Bazaar
Dalam bahasa Turki: Kapali Carsi.
Untuk menuju bazaar ini, bisa naik tram yang ke arah Zeytinburnu dari halte Sultanahmet dan turun 2 halte berikutnya yaitu di halte Çarşıkapı.
Atau kita dapat berjalan kaki dari daerah Sultanahmet menyusuri jalan Divan yolu sambil jalan santai menikmati toko yang berada di kiri kanan jalan. Ini akan memakan waktu sekitar 20-30 menit.
Di grand bazaar kita bisa belanja segala macam kebutuhan dari Suvenir berupa kaos, gantungan kunci sampai ke barang-barang yang lebih besar: lampu, karpet dll. Cukup lengkap, yang penting adalah kita harus berani nawar!! :)
Saking luasnya, bazar ini memiliki 22 gerbang/pintu jadi hati-hati nyasar....
Juga perlu diingat bahwa bazar ini tutup setiap hari Minggu.
7. Spice Bazaar
Dikenal juga dengan nama Egyptian Bazaar atau dalam bahasa Turki: Misir Carsisi.
Bazaar ini lebih kecil dan lebih banyak menjual makanan dan rempah-rempah, meskipun ada juga beberapa toko yang menjual suvenir.
Untuk pergi ke bazar ini dari Sultanahmet, kita ambil tram yang ke arah Eminonu atau arah Kabatas (jadi berlawanan arah dibandingkan pergi ke Grand Bazaar) dan turun 3 halte berikutnya yaitu di halte Eminonu. Atau bisa juga dicapai dengan berjalan kaki, tetapi lebih jauh memang dibandingkan jalan ke Grand Bazaar.
Bazar ini sendiri berada di belakang mesjid Yeni Cami.
Berbeda dengan pasar di Indonesia pada umumnya, kedua bazar ini berada dalam ruangan tertutup jadi gak perlu takut kepanasan atau kehujanan :)
6. Grand Bazaar
Dalam bahasa Turki: Kapali Carsi.
Untuk menuju bazaar ini, bisa naik tram yang ke arah Zeytinburnu dari halte Sultanahmet dan turun 2 halte berikutnya yaitu di halte Çarşıkapı.
Atau kita dapat berjalan kaki dari daerah Sultanahmet menyusuri jalan Divan yolu sambil jalan santai menikmati toko yang berada di kiri kanan jalan. Ini akan memakan waktu sekitar 20-30 menit.
Di grand bazaar kita bisa belanja segala macam kebutuhan dari Suvenir berupa kaos, gantungan kunci sampai ke barang-barang yang lebih besar: lampu, karpet dll. Cukup lengkap, yang penting adalah kita harus berani nawar!! :)
Saking luasnya, bazar ini memiliki 22 gerbang/pintu jadi hati-hati nyasar....
Juga perlu diingat bahwa bazar ini tutup setiap hari Minggu.
7. Spice Bazaar
Dikenal juga dengan nama Egyptian Bazaar atau dalam bahasa Turki: Misir Carsisi.
Bazaar ini lebih kecil dan lebih banyak menjual makanan dan rempah-rempah, meskipun ada juga beberapa toko yang menjual suvenir.
Untuk pergi ke bazar ini dari Sultanahmet, kita ambil tram yang ke arah Eminonu atau arah Kabatas (jadi berlawanan arah dibandingkan pergi ke Grand Bazaar) dan turun 3 halte berikutnya yaitu di halte Eminonu. Atau bisa juga dicapai dengan berjalan kaki, tetapi lebih jauh memang dibandingkan jalan ke Grand Bazaar.
Bazar ini sendiri berada di belakang mesjid Yeni Cami.
16 Juni 2012
Keliling Sultanahmet - Istanbul
Sultanahmet adalah kawasan di Istanbul yang pastinya dikunjungi karena di sini terletak beberapa tempat wisata populer Istanbul. Untungnya tempat-tempat wisata tersebut letaknya cukup berdekatan sehingga semua bisa dicapai dengan berjalan kaki, meskipun jalur tram juga tersedia.
Beberapa tempat wisata tersebut adalah:
1. Blue Mosque
Mesjid ini dijuluki "mesjid biru" karena interiornya yang terdiri dari keramik biru. Sangat cantik! Mesjid ini masih digunakan oleh umum, jadi tidak dipungut biaya masuk. Orang turki sendiri menyebut mesjid ini sebagai Sultanahmet Camii (camii = mesjid).
2. Hagia Sophia
Bangunan ini disebut juga Ayasofia. Letaknya berseberangan dengan Blue mosque. Awalnya merupakan gereja yang kemudian diubah menjadi mesjid. Sekarang bangunan ini adalah sebuah museum, dengan harga tiket masuk 25 TL (tahun 2012). Sedikit mahal tetapi di mana lagi kita bisa melihat lambang Islam & Kristen saling berdampingan...
Info: Museum ini tutup setiap hari Senin.
3. Topkapi Palace
Keluar dari Hagia Sophia, maka belok kiri kemudian kiri lagi untuk menuju ke Topkapi palace. Topkapi dulunya adalah istana atau tempat tinggal sultan Ottoman selama 400 tahun, yang kini dijadikan museum. Tiket masuk 25 TL (tahun 2012), namun sangat pantas!
Bangunan dan tamannya sangat indah, dan di paling ujung istana, kita bisa menikmati pemandangan selat Bosphorus. Yang paling menarik menurut saya adalah ruangan "Sacred Relics" yang berisi antara lain barang-barang Nabi Muhammad SAW dan barang-barang dari Kabah.
Ada juga daerah harem, namun untuk memasuki daerah ini perlu bayar tiket terpisah lagi.
Tip: Bisa jadi, ini merupakan tempat wisata paling populer di
Istanbul, maka sebaiknya datang ke sini pagi-pagi sebelum terlalu ramai.
Info: Museum ini tutup setiap hari Selasa.
4. Basilica Cistern
Dalam bahasa Turki, bangunan ini disebut Yerebatan Sarnici. Bangunan ini adalah waduk bawah tanah, yang pernah digunakan juga sebagai lokasi syuting film James Bond. Tiket masuknya hanya 10 TL (tahun 2012). Kalau datang ke Istanbul pada musim panas, lumayan juga tempat ini bisa buat ngademmm hehe...
Untuk menuju tempat ini: keluar dari Hagia Sophia, belok kanan melewati jalur tram.
5. Hippodrome
Ada beberapa tempat lain yang bisa dikunjungi, akan saya tulis di post berikutnya....
Info: Karena
daerah Sultanahmet penuh dikunjungi dengan turis, maka tempat penginapan pun
banyak ditemui di kawasan ini - dari hostel murah meriah sampai hotel
berbintang lima.
Langganan:
Postingan (Atom)













